Melaksanakan sholat, tapi tidak menegakkan sholat!

Assalamu’alaykum, kembali berjumpa dengan tulisan saya yang apa adanya dan terkadang ada apanya….

Mumpung lagi nuansa Ramadhan, kali ini mari kita evaluasi salah satu dari kewajiban kita sebagai muslim… yaitu tentang sholat kita… apakah kita termasuk orang yang hanya melaksanakan Sholat??? atau termasuk orang yang mendirikan Sholat??

Sebelumnya perlu kita ketahui sesungguhnya agama ini(Islam) bukanlah agama simbol dan lambang semata. Tidak cukup beragama dengan simbol-simbol dan syiar-syiar ibadah saja kalau tidak bersumber dari keikhlasan dan ketulusan hati karena ALLAH, yakni keikhlasan yang mendorong dilakukannya amal saleh yang tercermin didalam perilaku untuk memperbaiki dan meningkatkan kehidupan umat manusia dimuka bumi.  iya kan???

Agama Islam juga bukan sekedar aturan-aturan parsial yang terbagi-bagi dan lepas satu sama lain yang dapat saja manusia menunaikan dan meninggalkan apa yang dikehendakinya. Tetapi , agama Islam adalah manhaj yang saling melengkapi, yang berinteraksi antara ibadah dan syiar-syiarnya, dengan tugas individu dan sosialnya. Semuanya bermuara untuk kepentingan umat manusia  dengan tujuan menyucikan hati, memperbaiki kehidupan, dan tolong menolong antar sesama manusia, dan bantu-membantu untuk kebaikan, membentuk kesalehan dan perkembangan manusia. oleh karena itu patutlah kita bersyukur kepada-Nya karena kita masih diberikan iman oleh-Nya.

didalam melaksanakan Sholat jangan sampai kita hanya sekedar menunaikan gerakan2 sholat dan mengucapkan doa2nya, tetapi hati kita tidak sholat, dan tidak  hidup dengannya. Ruh2 kita tidak menghadirkan hakikat sholat, dan hakikat bacaan, doa2 dan dzikir2 didalam sholat. celaka kalau kita termasuk yang seperti ini… sebagaimana di firmankan dalam surat Al-Ma’un

(فَوَيْلٌ لِلْمُصَلِّينَ )

“Maka kecelakaanlah bagi orang-orang yang shalat”, siapakah orang yang celakah itu???  hal ini dijelaskan di ayat selanjutnya yang berbunyi (الَّذِينَ هُمْ عَنْ صَلَاتِهِمْ سَاهُونَ ) dan juga (الَّذِينَ هُمْ يُرَاءُونَ) “orang-orang yang lalai dari shalatnya.  dan Orang-orang yang berbuat riya”

mereka sholat karena riya’ terhadap manusia bukan ikhlas karena ALLAH! Karena itu mereka melalaikan sholat, meskipun mereka mengerjakannya mereka lalai dari sholat, dan tidak menegakkannya, padahal yang dituntut adalah menegakkan sholat, bukan sekedar mengerjakannya. Selain itu menegakkan sholat itu adalah dengan menghadirkan hakikatnya dan melakukannya hanya karena ALLAH saja.

ketika kita sholat, hindarkan pikiran-pikiran yang mengganggu kita, jangan sampai ketika kita sholat malah teringat yang lain… teringat makan lah… utang lah… bahkan naudzubillahnya malah teringat kekasih yang belum halal… Astaghfirullah… cukuplah ALLAH yang kita ingat.

jangan lagi menjadikan sholat kita hanya sebagai ritual2 peribadatan saja… tapi mari kita jadikan sholat kita sebagai wujud dari penghambaan dan pendekatan kita kepada ALLAH.  Sholat yang hanya sebagai pengggugur kewajiban apalagi sholat yang diiringi dengan rasa riya’ sholat semacam ini tidak memberi bekas didalam jiwa orang yang mengerjakan sholat, sholat ini hanya akan  menjadi debu yang berhamburan.

Sesungguhnya Dia tidak menghendaki sesuatu pun dari mereka untuk diri-Nya Yang Maha Suci karena Dia Maha Kaya, tidak membutuhkan sesuatu pun, tetapi Dia menghendaki kemaslahatan bagi hamba-Nya, menghendaki kebaikan untuk mereka, kesucian dan kebahagiaan hidup mereka. Dia menghendaki bagi mereka kehidupan yang tinggi dan terhormat. Yang berlandaskan perasaan yang suci, memiliki rasa kesetiakawanan sosial yang bagus, dermawan dan murah hati, cinta, bersaudara dan bersih hati dan perilakunya.

kawand, mari kita perbaiki sholat kita, kita hilangkan sejenak pikiran2 dunia ketika sholat, ingatlah ketika kita sholat, sesungguhnya kita sedang menghadap Sang Pencipta, dan perlu kita sadari juga bahwa Sang Pencipta senantiasa memperhatikan kita.

rujukan: tafsir fii dzillal jilid 12

Bandung, 14 agustus 2011 jam 02.39 am “M.T”

Advertisements

About Ibnu Syukur

#KarenaHidupAdalahSeniMenentukanPilihan orang yang baik adalah orang yang bisa menjaga waktu. )^_^'(

Posted on 14/08/2011, in Pemuda, taujih. Bookmark the permalink. 1 Comment.

  1. Nice post.. Ditunggu postingan berikutnya ttg review issi tafsir tsbt..
    Btw, saling add blogroll ya pin, http://emiksan.wordpress.com. Udah ku add blog mu 🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: