men”dewa”kan demokrasi

alkisah di sebuah negara yang damai, indah, SDA dan  SDM-nya melimpah, terjadilah  sebuah perdebatan kecil antar 2 orang yang berbeda pandangan tentang demokrasi. perdebatan terjadi panas dan hampir- hampir mereka tidak sadar kalau mereka saudara se-iman yang harus saling menghormati dan menjalin ukhuwah, sampai pada di satu titik terjadilah perdebatan berikut ini…

A : “wah antum sekarang sudah mendewakan demokrasi akhi, ingat akhi…. jangan sampai kebablasan.”

B: “lah??? kok bisa tiba-tiba antum bilang kalo ana mendewakan demokrasi??”
A: (dengan nada tinggi) “dari tadi antum membela mereka2 yang ikut demokrasi, dan menganggap apa yang antum lakukan seolah-olah paling benar dan yang lain salah.”
B: “Astaghfirullah, antum sampai sebegitunya yapemikiran antum terhadap ana, kalau ana emang mendewakan demokrasi kenapa??”

A: “istighfar akhi… antum sudah sesat.. antum sudah mendewakan dan mengagung-agungkan sistem kufur.”

B:  “lah?? ana sesat?? antum lebih parah lagi akh, antum udah syirik.”

A: “antum kok malah nuduh ana syirik (sambil merengut)??”

B: “lah pernyataan antum buktinya. antum udah menganggap dewa adalah sesuatu yang agung. ana aja ga percaya adanya dewa, apalagi menganggap kalo dewa itu agung.(dengan nada bercanda, dan sedikit melempar senyum)”

A: (terdiam)
B: “kita boleh berdiskusi akhi, asalkan tetap menggunakan kepala dingin. jangan berpandangan buruk terhadap saudara antum, ana saudara antum, kita sama-sama saudara seiman, kita sama-sama memiliki tujuan menegakkan syariat Islam di bumi ini. hanya saja jalan kita berbeda. lebih baik kita mengoreksi kekurangan rumah kita sendiri dan memperbaikinya, daripada mengkorek-korek kekurangan rumah orang lain. apalagi sampai mencari bongkahan genteng yang jatuh terpecah dari rumah itu.”

A: “afwan akhi, ana lepas kontrol”

B: “ana juga minta maaf ana juga ada salah disana sini”

(endingnya berpelukan dan cipika-cipiki :D)

yup dengan adanya kisah diatas… mari kita pahami dulu semua maksud dari diskusi dan mari menjadi pribadi- pribadi yang paling kokoh posisinya, paling lapang dadanya, paling dalam pemikirannya, paling luas pandangannya, paling giat amalnya dan paling rapih barisannya.

wassalam, kejadian diatas hanya karangan dan fiktif belaka, adapun kesamaan karakter, tokoh, cerita dan dialog semata-mata kebetulan belaka. tulisan ini ga bertujuan memojokkan siapa2. just kidding 😀

Bandung, 7 juli 2011 jam 2.36 am M.T

Advertisements

About Ibnu Syukur

#KarenaHidupAdalahSeniMenentukanPilihan orang yang baik adalah orang yang bisa menjaga waktu. )^_^'(

Posted on 07/07/2011, in tulisan jail. Bookmark the permalink. 4 Comments.

  1. nice share and good topic.. 🙂

  2. kita berlayar dalam lautan yang bernama demokrasi.tapi didalam kapal kita jangan sampai ada air yang bernama demokrasii 🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: