“yo kita menulis”

kalo ada yang pernah dengar kata2 “mulutmu harimaumu”, mungkin itu memang ada benarnya , salah kata dikiiiit aja dalam pengucapan seseorang, bisa jadi menyebabkan sakit hati yang dalem buangeet.

nah kalo kata-kata dalam pengucapan dg “bahasa bicara” aja yang di ucapkan dengan intonasi yang bervariasi bisa salah arti, apalagi kata-kata yang di ucapkan dengan “bahasa tulis”yang tidak punya intonasi sama sekali???

“bahasa tulis” itu lumayan lebih susah jika di bandingkan dengan “bahasa bicara”,kalo misalnya kita bicara, kita bisa mengontrol emosi orang lain dengan menggunakan intonasi dan gaya bahasa yang kita mainkan, tapi kalo kita menggunakan media tulisan untuk menyampaikan sesuatuu…. ., bisa jadi apa yang kita maksudkan dalam tulisan itu berbeda penafsiran dengan orang lain.

contoh sederhananya aja, kata “ya” bisa jadi beda penafsiran jika di ucapkan dan jika dituliskan.

contoh kasus
1. pembicaraan 2 orang

fulan A: “akh besok qita ada liqa?”
fulan B: “ya”(dengan intonasi biasa).

2. pertanyaan yang sama, tapi via sms

fulan A sms : assalamualaykum akh besok qita ada liqa?.
balasan fulan B: waalaykumsalam ya.

di kasus pertama mungkin si fulan A hampir dipastikan tidak ada masalah dengan jawaban seperti itu, bahkan mungkin tak akan menimbulkan tafsiran yang “bukan-bukan” , tapi kalo di kasus yang ke-2 bisa jadi si fulan A langsung berfikir ” apa fulan B marah ya…., kok jawabannya cuma gitu???”, padahal si fulan B tidak ada maksud marah, tetapi hanya sekedar menjawab pertanyaan dari Fulan A.

nah kalo hanya sekedar kata “ya” bisa menimbulkan penafsiran yang berbeda-beda. .., apa lagi dengan kata-kata yang lain???. makanya yuk belajar menulis, jangan sampai tulisan kita menimbulkan ambiguitas yang bisa menjadikan “tulisan kita harimau kita”, jadikanlah tulisan-tulisan kita sebagai tali ikat yang digunakan untuk mengikat ilmu-ilmu yang kita cari.

“bahasa tulis”juga perlu kita latih, jangan sampai kita hanya pandai bicara tapi tak pandai menulis…, mau di apakan ilmu-ilmu kita(kalo punya-red)?? kan kita ga hidup selamanya… , kalo kita hidup selamanya… , kita bisa selalu menjelaskan sesuatu ke orang lain dengan ucapan-ucapan kita, sehingga semuanya bisa di jelaskan secara terperinci.

jadikan diri kita menjadi generasi yang gemar menulis, bukan generasi yang sia-sia.
generasi yang tak hanya bicara, tetapi menjadi generasi yang selalu ingin menghasilkan suatu karya.

Advertisements

About Ibnu Syukur

#KarenaHidupAdalahSeniMenentukanPilihan orang yang baik adalah orang yang bisa menjaga waktu. )^_^'(

Posted on 16/06/2009, in Indonesia, inspirasi, Pemikir, Pemuda. Bookmark the permalink. Leave a comment.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: